Selasa, 27 Desember 2016

Puisi Sederhana

 
Aku bahkan tak tau bagaimana harus melepaskanmu
Melepaskan perasaan ini, yang akupun tak pernah tau kapan dia hadir dan menetap dihatiku
Yang aku tau hanya bahwa aku mencintaimu,
tanpa alasan dan tampaa sebuah pertanyaan yang akupun tak tau bagaimana harus menjawabnya
Jika kau bertanya kapan rasa ini pertama kali menyinggahi hatiku
Atau bahkan jika kau bertanya sampai kapan rasa ini akan tinggal dan menetap disini (dihatiku),
Jawabannyapun akan tetap sama
Aku tak tau
Maka izinkannlah aku menyimpan perasaan ini untukmu
Hingga waktu yang tak pernah ditentukan
Ijinkan aku menjadi bagian dari apa yang membuatmu bahagia
Karena tiada yang lebih membuat perasaan ini berarti
Selain melihat dan menyaksikan kebahagiaan terpancar diwajahmu
Aku rasa memang tak perlu alasan apapun untuk mencintaimu
Karena kamu adalah sosok yang memang pantas untuk menerima cinta yang tulus,
Cinta yang tak membutuhkan alasan mengapa ia harus mencinta.
Kau tau apa yang membuatku cemburu.?
Adalah ketika ada cinta yang lebih besar dan lebih tulus dari cinta yang aku rasakan dan aku berikan padamu
Dan pada saat itu akupun harus mengalah dengan alasan bahwa aaku ingin melihatmu bahagia dengan cinta yang lebih tulus dan lebih besar dari cintaku.

                                                                                                           Oleh : Suprapto
Waktu

Berlalu seiring nafas
Semuanya takkan pernah terulang
Semuanya takkan pernah kembali
Berlalu semakin jauh
Berlalu semakin dalam
Tak tahu apa yang akan terjadi, NANTI..!!
Setiap nafas yang terbuang begitu berharga tak ternilai
Setiap perjalanannya selalu berbeda, tak pernah sama
Perjalanannya menggerus usia
Perjalanannya menggores cerita
Tak tahu kapan berawal
Tak tahu kapan berakhir
Tak tahu kapan bersemi
Tak tahu kapan kan gugur
Tak ada yang bisa memastikan secara pasti,
Kapan ia akan terjadi dan datang
Kita hanya bisa menerka-nerka, antara iya dan tidak
Sering kali dibuatnya takut untuk melangkah
Bimbang selalu menyertai didalamnya
Ragu, bingung, menjadi suatu hal yang biasa untuknya
Namun 1 untuknya dan tak pernah ia ingkari,
Yang baik dengan yang baik,
Yang buruk dengan yang buruk

                                                                                  Karya : @Aidhilumar